Pondok Sukun

Pondok Sukun adalah hunian dari manusia-manusia yang belum diberi kesempatan oleh Tuhan untuk bernaung dari hujan dan panas secara bebas, mereka harus membayar perbulan ke enyak (panggilan akrab orang tua pemilik Pondok Sukun). Aku adalah seseorang yang termasuk dari mereka, aku tinggal di Pondok Sukun mulai dari masuk bangku kuliah di Politeknik Negeri Jakarta, tepatnya pada tanggal 19 Agustus 2003. Hari-hari aku lalui dengan enjoy bareng teman2 di Ponsu (Pondok Sukun) yang kebetulan mayoritas adalah orang Jawa, seperti juga aku.

Canda, Gurau, Ngumpul, Ngeteh, Ngopi, Marhabanan, ngeGame bareng, selalu terjadi di komunitas ini tanpa menghiraukan waktu yang terus berlari yang hanya Tuhan saja yang tahu ujungnya. Kehidupan di komunitas ini tidaklah terlalu kompleks, hal ini mungkin semua dari kami adalah mahasiswa. Meski dengan keahlian, Jurusan dan atau bahkan hobi yang berbeda kami masih sangat akrab untuk saling berbagi (bukan berbagi yang negative lho..).

Ada yang pagi-pagi masih tidur n baru bangun ngga tau jam berapa.. dan ada yang harus pergi ke kampus untuk melewati masa studynya demi cita dan harapan orang tua, termasuk aku. Waktu petang adalah waktu yang sangat kami nantikan, bukannya belajar eeeehhh malah ngumpul nyari makan, ngobrol Dll yang ga jelas apa dan kemana tujuannya, yahhh begitulah… tapi meski begitu aku dan beberapa temen dari ponsu ada yang rutin ngaji ke Mesjid dan atau sewaktu2 tahlilan ajakan dari Pak Kos, dan ada juga yang nggak mau denga alasan tidak cocok dan ada juga yang beralasan males, yahh.. begitulah perbedaan yang terjadi di antara kita, tanpa terjadi suatu perpecahan.

Seperti halnya anak2 kosan yang laen, warga pondok sukun juga sering bikin enyak marah, namun marahnya enyak bukan karen kita2 bayar kosannya telat ato melakukan hal-hal yang dilarang susila, enyak sering ngomel-ngomel gara-gara listriknya suka turun kalo pas beliau sedang masak nasi… dan enyak juga sering teriak-teriak kalo colokan yang ke sanyo di copot oleh salah seorang temenku yang lagi butuh colokan, woi… aer…aer..ae, colokin napa..??!!!! begitulah romantika biru, hitam, putih di pondok sukun.

Sampai waktunya tiba, aku dan teman2 ponsu yang seangkatan dinyatakan lulus oleh pihak perguruan tinggi (POltek) oh..poltek kejamnya dikau… Dari kami (ber7) seangkatan mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada Pak Kos dan khususnya kepada enyak… Setelah detik2 kelulusan berakhirpun (bulan oktober 2006) kami masih bersarang di Ponsu dengn misi yang berbeda dan ada beberapa adek kelas dan juga temen2 yang udah kerja dan nyarang di Ponsu. Misi kali ini kami berjuang untuk melihat, mencari dan menapaki dunia kerja, dunia sebenarnya, dunia yang penuh dengan fana (baca duit). Sampai dengan acara Wisuda (2 Desember 2006) Tiba aku dan salah seorang temenku sudah di beri titipan oleh Tuhan berupa mata pencaharian yang kebetulan tidak jauh dari Pondok Sukun, dan kami berdua pun bersepakat untuk tetap tinggal di sini, namun yang laen ada yang telah mendapkan gawean juga namun jauh dan ada yang masih mencari-cari. Temen2 yang dapet gawean jauh dari POnsu pamit diri ke enyak seraya mengucapkan terima kasih dan maaf yang mendalam, semoga kita bisa ketemu lagi… dan temen2 yang belum dapet gawean juga undur diri seraya meminta doa agar diberi kemudahan dalam pencariannya.


About this entry