motorku sang pejantan

malem rebo adalah malam pertamaku dalam menempati kamar baru, meski masih di Ponsu namun pindah kamar adalah hal yang lumayan melelahakan. Mindahin lemari pakaian, mindahin meja belajar, mindahin komputer, mindahin kasur dll, wwuuihhhh capek buanget. Apalagi aku mindahinnya tuh tengah malem sekitar jam 11 maleman gitu, tapi alhamdulillah banyak temen2 yang mau ngebantuin.

Jam setengah dua aku dah bisa menempati di kamar baruku, meski masih ga terlalu rapih tapi lumayan dah bisa buat rebahan. Kemudia aku ma temen (berdua) nyari warung buat sekedar makan dan minum pelepas lelah. lumayan dapet indomie + sayuran + pilus2an dll, setelah itu pun kami masak2an, wiuhh rame euy… trus aku makan paling duluan (maklum dah laper buanget). Kami makan sambil nonton semifinal piala champion yang waktu itu beradu antara MU vs I.Milan. Setelah menikmati makanan + pertandingan itu, akupun tertidur kira2 pukul setengah empat pagi.

Bangun tidur ku terus mandi, asiikk seger. tapi ngga, mandi ga cukup menyegarkan badanku yang cukup lelah, mandi hanya bisa mengusap peluhku yang dekil. Setelah rapih2 aku pun memutuskan untuk pergi ke kampus buat meneruskan gawean yang emang tugas dan kewajibanku. Namun sebelum aku pergi, ada sesuatu yang membuatku bingung. Aku bingung mau pergi naek motor ataukah naik kereta (KRL) ????? yudlah akhirnya aku putuskan untuk pergi ke kampus UI-Salemba menggukan kendaraan mesin roda dua keluaran Honda tahun 2006. Aku berangkat bareng temen kosan yang kebetulan emang tempat gawenya satu arah sama tempat kerjaku.

Bismillahirohmanirrohiim, aku beranjak dari Ponsuku tercinta menuju Jakarta yang penuh misterius. Aku berjalan tidak seperti biasanya, aku memacu motorku dengan kecepatan 40-50 km/jam, sedikit lebih lambat dari biasanya, mungkin aku masih terasa lemas abis melek semaleman.

Sesampai di daerah Lenteng Agung, entah bagaimana sekenarionya, brugggg aku menabrak seorang tukang aqua yang hendak myebrang jalanan. Aku tak sedarkan diri untuk beberapa detik. Pasrah, Sakit, pegel2, bingung, kaget dan masih banyak perasaan semacemnya menumpuk di benakku. Kemudian aku di angkat oleh temenku yang bonceng dan beberapa orang yag aku belum kenal sebelumnya. Aku hanya bisa berdiam diri dan tak mampu berdiri. Setelah beberapa menit aku mencoba untuk berdiri dan melihat sekelilingku, namun auwwww sakit di paha kiriku tak dapat aku tahan, beberapa orang menuntunku ke pinggiran rumah dan menawarkanku segelah air putih yang padahalal waktu itu aku dan temenu yang bonceng sedang berpuasa, aku tetap berusaha sebisa mungkin untuk tidak membatalakan puasa, alhamdulillah masih kuat kataku kepada temen. Selang beberapa menit aku mencari orang yang kau tabrak dan aku lihat dia sedang berjalan menuku ke toko Aqua (galon), aku ga bisa mengejarnya, yudlah nanti aj kataku dalam hati. Kemudian aku ngasih tau kantor kalo hari ini ngga bisa masuk dan mereka pun memaklumi seraya mendoakan semoga lekas sembuh, Ami..n

Aku mencoba untuk menggerak-gerakkan kakiku, tapi emang paha kiriku terluka, wuuihhh sakit…. gimana ngga sakit, celanaku saja sampe robek. Akhirnya aku kasih kabar temen di Depok biar datang di tempatku kecelakaan dan nanti bawa motorku yang alhamdulillah ga banyak cacat (cuma stang kiri dan pullstep gigi) yang lecet dikit. Setelah dua orang temenku datang aku dateng ke orang yang tadi aku tabrak untuk menyelesaikan urusan ini. Benar dugaanku, dia luka2 seperti aku, kemudian aku tawarkan buat periksa ke dokter bareng aku, tapi dia ngga mau . Yudalah akhirnya kamipun cukup ke tukang urut terdekat. Setelah sedemikkian sakitnya aku diurut sambil teriak2, akupun bergegas untuk pulang ke kosan bareng temen2 (berenam) dan pamitan sama orang yang aku tabrak dan memberi uang air mata…

Sesampai dikosan aku merebahkan badanku yang cukup lemas…. tidur…. tapi rasa sakitku masih belum mau aku usir. Malam hari biasanya rasa sakit akan meningkat sehubungan dengan penataan kembali sel2 di dalam tubuh terlintas di anganku. tanap peduli teman yang sedang maen ke kosan dan sms yang masuk, akhirnya aku putusin buat nyari jamu + obat buat menurunkan rasa sakit ini. Alhamdulillah setelah itu aku baru bisa medapatkan semuany, aku baru bisa memejamkan mata.


About this entry