aku dan dia

Canda tawa yang dulu tlah terbias

Kini menyatu dalam peluh kalbuku

yang belum pernah singgah sebuah asa

antara aku dan dia

        seperti kata mereka

        semua kita pasti akan terhampar

        saat kalbu Tuhannya

        direngkung manisnya kata cinta

        sungguh aku tak pernah berharap

merpati kecil itu tak lagi membawa canda

ia datang bersama deburan waktu

tapi sayang…

waktu hanya bisa berjalan…

dan aku pula yang mesti berkata

kata yang belum pernah aku ucapkan

kepada semua orang

        saat ini aku hanya bisa mencoba

        tiriskan air mata hatiku

        air mata yang tak akan pernah kering

        air mata yang sengaja Ia ciptakan

        untuk hambaNya yang Ia mau

Dan akupun belum bisa mengerti

sebuah hamparan waktu

samudera cinta….

yah..begitulah kata mereka

kau yang ternyata paling mengerti

        Tak ayal kiranya aku berucap

        Tapi inilah sekenario Tuhan

        Dan inilah anugerahNya

Sungguh tak pernah aku terpaksa

Untuk berucap kepadamu

bahwa aku sayang kamu

merpati kecilku……


About this entry